“… semalam dalam gelisah tidurku, aku bermimpi. dalam mimpi itu, diam-diam sebaris doa menyelinap masuk dalam otakku. aku pun tersentak, begitu lancangnya namamu kusebut dalam untaian doa itu. mengharapmu. atau dalam negosiasiku dengan Tuhan, mengharap yang sepertimu.”

Post source:

sepuluhjemari.blogspot.com

Share this post: